MAROS,Tribunmx– Kabupaten Maros kembali mencatat sejarah setelah dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ Sulsel XXXIV) setelah penantian selama 30 tahun. Pembukaan kegiatan berlangsung meriah di Lapangan Pallantikang, Minggu (12/4/2026) malam, disaksikan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Ajang keagamaan tingkat provinsi ini diikuti sebanyak 1.044 peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Para kafilah akan berkompetisi dalam delapan cabang lomba dengan 24 golongan yang telah ditetapkan panitia.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka kegiatan dengan pemukulan bedug sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa MTQ kali ini menjadi salah satu yang paling bergengsi dengan total hadiah mencapai Rp2 miliar.

“MTQ bukan hanya ajang lomba, tetapi juga syiar Islam dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujar Gubernur dalam sambutannya.
Pembukaan berlangsung khidmat sekaligus spektakuler. Penampilan orkestra, paduan suara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga pengibaran lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ menambah nuansa religius dan kebangsaan dalam satu panggung kebersamaan.
Ketua Panitia MTQ XXXIV Sulsel, Muetazim Mansyur, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung hingga 18 April 2026. Sebanyak 97 dewan hakim dan 10 panitera dilibatkan untuk memastikan jalannya penilaian secara objektif dan profesional.
Pelaksanaan lomba tersebar di berbagai lokasi strategis di Kabupaten Maros, mulai dari masjid, auditorium, pondok pesantren, hingga fasilitas pemerintah daerah. Sistem ini diterapkan untuk mengakomodasi jumlah peserta yang besar sekaligus mendekatkan kegiatan dengan masyarakat.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada daerahnya setelah tiga dekade. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai persiapan maksimal, baik dari segi infrastruktur, akomodasi, hingga pelayanan peserta.
“Ini menjadi kehormatan besar bagi Maros. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh kafilah merasa nyaman selama berada di daerah kami,” ujarnya.
Selain kompetisi, MTQ juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar daerah serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah bersama panitia turut melibatkan masyarakat dalam penyediaan penginapan bagi peserta, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.
Acara pembukaan ditutup dengan penampilan hiburan yang turut menambah semarak suasana malam, tanpa mengurangi kekhidmatan kegiatan.
Secara keseluruhan, pembukaan MTQ XXXIV di Maros berlangsung lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai keagamaan dan persatuan di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.(*) Andi







