KUANSING|TRIBUNMX – Ketua DPD Perindo Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Rowandri meminta pihak kepolisian dan Disnaker Kuansing dan juga Disnaker Riau untuk mengusut tuntas penyebab kematian seorang karyawan perusahaan kelapa sawit (PKS) PT. SUN bernama M.Rido Saragih pada Rabu (7/1/2026) dini hari.
Rowandri pun meminta agar operasional pabrik dihentikan sementara agar peristiwa serupa tidak terjadi.
“Harus diusut tuntas penyebabnya, apakah alami atau karena sistem kerja perusahaan,” ujar Rowandri.

Rowandri juga meminta instansi terkait menyelidiki sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja, untuk mencegah terjadinya potensi kecelakaan kerja.
Rowandri juga meminta agar Disnaker menjamin hak-hak korban meninggal dunia dipenuhi oleh perusahaan.
“Kita sangat prihatin atas peristiwa tersebut, apabila ini dibiarkan tanpa ada upaya tegas dari pemerintah, maka akan terjadi berulang korban yang meninggal,” ujarnya.
Seorang karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. SUN di Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dilaporkan meninggal dunia saat bekerja pada Rabu (7/1/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Muhammad Rido Saragih (34), warga Daludalu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Rido masih belum diketahui.
Informasi yang beredar menyebutkan korban ditemukan dalam kondisi tertimbun janjang kosong (jangkos).
Namun, ada pula kabar lain yang menyebut kematiannya disebabkan oleh ledakan tabung perebusan tandan sawit.
Camat Singingi, Saparman, Minggu (11/1/2026) membenarkan adanya informasi tersebut.
Ia mendapatkan laporan dari Kepala Desa setempat dan langsung mengonfirmasi ke Manajer PT. SUN, Sutiman pada saat kejadian.
“Manajer membenarkan bahwa ada karyawan yang meninggal saat bekerja. Namun, dia tidak menjelaskan penyebab kematiannya dan menyebutkan bahwa kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian,” ujar Saparman.
Saparman juga menyebut pihak perusahaan telah menyampaikan informasi kepada keluarga korban dan jenazah Rido langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Rohul.
Menurut manajemen, pihak keluarga disebut telah mengikhlaskan kepergian Rido dan menolak proses otopsi.







