Menu

Mode Gelap
Panitia MTQ Maros Disorot, Bungkam Soal Penggunaan Anggaran Maros Kembali Jadi Tuan Rumah MTQ Sulsel Setelah 30 Tahun, Ribuan Kafilah Ramaikan Ajang Syiar Al-Qur’an LBH Salewangang Soroti Penutupan Akses Pesantren Darul Istiqamah Maros, Negara Diminta Hadir Menjelang Putusan Kasus Korupsi Mantan Ketua DPRD Kuansing, Penasehat Hukum : Fakta Persidangan Dinilai Tidak Membuktikan Unsur Pidana. Embani Amanah Organisasi, Tallasaa Ditunjuk Pimpin Sementara PERJOSI Maros Dukungan dan Doa Mengalir, Direktur PT Kayu Bangkoa Berkah Ajak Warga Maros dan Indonesia Dukung Ustadz Mulki di AKSI 2026

Hukrim

Pembongkaran Jembatan Pakere Maros Diduga Jadi Skandal, Aset Negara Ratusan Juta Raib

badge-check


					Pembongkaran Jembatan Pakere Maros Diduga Jadi Skandal, Aset Negara Ratusan Juta Raib Perbesar

Maros, TribunMx— Informasi mengenai pembongkaran Jembatan Pakere yang terletak di Desa Bonto Tallasa, Kabupaten Maros, menjadi sorotan publik. Pembongkaran jembatan tersebut diduga menyisakan persoalan serius terkait tata kelola aset negara karena dinilai tidak dilakukan secara transparan dan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Berdasarkan pemberitaan di beberapa media dan salah satunya media online, Inews77, material sisa pembongkaran jembatan berupa besi Wide Flange (WF) serta kerangka tulangan beton dilaporkan telah diperjualbelikan. Nilai material tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Material sisa bongkaran itu diduga telah dikuasai dan dijual secara ilegal oleh oknum Kepala Desa Bonto Tallasa. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, material hasil pembongkaran jembatan seharusnya tercatat sebagai aset negara.

Dalam aturan pengelolaan barang milik negara, setiap aset hasil pembongkaran wajib dicatat dan dikelola sesuai prosedur resmi, baik untuk dimanfaatkan kembali maupun dilelang melalui mekanisme yang sah. Penguasaan dan penjualan material tanpa dasar hukum yang jelas dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap ketentuan pengelolaan aset publik serta berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh wartawan kepada Kepala Desa Bonto Tallasa. Namun, saat didatangi ke kediamannya, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Wartawan kemudian mencoba menghubungi melalui sambungan WhatsApp, namun panggilan tersebut diangkat oleh anaknya yang menyampaikan bahwa kepala desa sedang berada di warung kopi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Bonto Tallasa terkait dugaan tersebut.

(*) kaperwil sulsel

Sumber: Zul

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panitia MTQ Maros Disorot, Bungkam Soal Penggunaan Anggaran

15 April 2026 - 08:07 WIB

Maros Kembali Jadi Tuan Rumah MTQ Sulsel Setelah 30 Tahun, Ribuan Kafilah Ramaikan Ajang Syiar Al-Qur’an

13 April 2026 - 09:54 WIB

LBH Salewangang Soroti Penutupan Akses Pesantren Darul Istiqamah Maros, Negara Diminta Hadir

4 April 2026 - 04:25 WIB

Embani Amanah Organisasi, Tallasaa Ditunjuk Pimpin Sementara PERJOSI Maros

10 Maret 2026 - 23:11 WIB

Tiga Kasus Anak Mandek, Kinerja Polres Maros Disorot: Abhel Desak Pencopotan Kasat dan Kanit PPA Polres Maros

23 Februari 2026 - 10:28 WIB

Trending di Hukrim