Menu

Mode Gelap
Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Moncongloe Kembali Terungkap, PERJOSI Desak Kapolda Sulsel Turun Tangan Bangun Ekosistem Pertanian Terpadu, Bupati Kuansing Minta Dinas Teknis Hilangkan Ego Sektoral Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Singingi Cek Lahan Padi Gogo di Desa Petai Baru Polsek Cerenti Pimpin Penanaman Jagung Pipil di Desa Sikakak, Dukung Ketahanan Pangan dan Asta Cita Presiden Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Singingi Cek Program Pekarangan Bergizi di Desa Pulau Padang Besok Ditanam, Kanit Reskrim Polsek Cerenti Pimpin Pengecekan Lahan Jagung di Desa Sikakak

Hukrim

Pembongkaran Jembatan Pakere Maros Diduga Jadi Skandal, Aset Negara Ratusan Juta Raib

badge-check


					Pembongkaran Jembatan Pakere Maros Diduga Jadi Skandal, Aset Negara Ratusan Juta Raib Perbesar

Maros, TribunMx— Informasi mengenai pembongkaran Jembatan Pakere yang terletak di Desa Bonto Tallasa, Kabupaten Maros, menjadi sorotan publik. Pembongkaran jembatan tersebut diduga menyisakan persoalan serius terkait tata kelola aset negara karena dinilai tidak dilakukan secara transparan dan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Berdasarkan pemberitaan di beberapa media dan salah satunya media online, Inews77, material sisa pembongkaran jembatan berupa besi Wide Flange (WF) serta kerangka tulangan beton dilaporkan telah diperjualbelikan. Nilai material tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Material sisa bongkaran itu diduga telah dikuasai dan dijual secara ilegal oleh oknum Kepala Desa Bonto Tallasa. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, material hasil pembongkaran jembatan seharusnya tercatat sebagai aset negara.

Dalam aturan pengelolaan barang milik negara, setiap aset hasil pembongkaran wajib dicatat dan dikelola sesuai prosedur resmi, baik untuk dimanfaatkan kembali maupun dilelang melalui mekanisme yang sah. Penguasaan dan penjualan material tanpa dasar hukum yang jelas dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap ketentuan pengelolaan aset publik serta berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh wartawan kepada Kepala Desa Bonto Tallasa. Namun, saat didatangi ke kediamannya, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Wartawan kemudian mencoba menghubungi melalui sambungan WhatsApp, namun panggilan tersebut diangkat oleh anaknya yang menyampaikan bahwa kepala desa sedang berada di warung kopi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Bonto Tallasa terkait dugaan tersebut.

(*) kaperwil sulsel

Sumber: Zul

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Perjosi Soroti Kinerja Kasi Humas Polres Maros

3 Mei 2026 - 23:34 WIB

Kembali Digelar, Wakaf Booster Jilid 2 Hidupkan Semangat Wakaf di Maros

25 April 2026 - 03:07 WIB

Sidang Pembunuhan Bantimurung Masuk Tahap Pembuktian, Bupati LIRA Minta Keadilan Ditegakkan

23 April 2026 - 12:00 WIB

Panitia MTQ Maros Disorot, Bungkam Soal Penggunaan Anggaran

15 April 2026 - 08:07 WIB

Maros Kembali Jadi Tuan Rumah MTQ Sulsel Setelah 30 Tahun, Ribuan Kafilah Ramaikan Ajang Syiar Al-Qur’an

13 April 2026 - 09:54 WIB

Trending di Nasional