Menu

Mode Gelap
Panitia MTQ Maros Disorot, Bungkam Soal Penggunaan Anggaran Maros Kembali Jadi Tuan Rumah MTQ Sulsel Setelah 30 Tahun, Ribuan Kafilah Ramaikan Ajang Syiar Al-Qur’an LBH Salewangang Soroti Penutupan Akses Pesantren Darul Istiqamah Maros, Negara Diminta Hadir Menjelang Putusan Kasus Korupsi Mantan Ketua DPRD Kuansing, Penasehat Hukum : Fakta Persidangan Dinilai Tidak Membuktikan Unsur Pidana. Embani Amanah Organisasi, Tallasaa Ditunjuk Pimpin Sementara PERJOSI Maros Dukungan dan Doa Mengalir, Direktur PT Kayu Bangkoa Berkah Ajak Warga Maros dan Indonesia Dukung Ustadz Mulki di AKSI 2026

Daerah

Presiden Mahasiswa BEM ITB Indragiri Soroti Dinamika Wacana Polri di Bawah Presiden atau Kementerian: Jaga Independensi

badge-check


					Presiden Mahasiswa BEM ITB Indragiri Soroti Dinamika Wacana Polri di Bawah Presiden atau Kementerian: Jaga Independensi Perbesar

 

 

INHU|TRIBUNMX – Presiden Mahasiswa BEM ITB Indragiri, Adam Maulana, menanggapi dinamika terkait posisi kelembagaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), apakah tetap berada langsung di bawah Presiden atau di bawah kementerian tertentu. Ia menilai perdebatan tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang wajar, selama dibahas secara konstitusional, rasional, dan berorientasi pada kepentingan publik.

 

Dalam keterangannya, Adam menegaskan bahwa diskursus ini seharusnya dipahami sebagai ruang evaluasi bersama untuk memperkuat Polri sebagai institusi penegak hukum, bukan sekadar perdebatan struktural yang berpotensi mengalihkan fokus dari substansi persoalan.

 

“Terlepas dari perbedaan pandangan soal posisi Polri. Fokus utama kita bukan semata-mata soal berada di bawah siapa, melainkan bagaimana Polri tetap profesional, independen, dan dipercaya publik dalam menjalankan tugasnya,” ujar Adam.

 

Ia menambahkan, dinamika ini seharusnya dijadikan momentum refleksi bersama untuk melakukan pembenahan internal secara menyeluruh. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama aparat penegak hukum, yang hanya dapat dijaga melalui transparansi, akuntabilitas, serta sikap netral dalam setiap proses demokrasi dan penegakan hukum.

 

Lebih lanjut, Adam menilai bahwa wacana pemindahan Polri ke bawah kementerian perlu dikaji secara hati-hati dan mendalam. Ia mempertanyakan apakah perubahan tersebut benar-benar akan memperkuat profesionalisme dan independensi Polri, atau justru membuka ruang baru bagi intervensi dan kepentingan politik praktis.

 

“Pertanyaannya bukan sekadar di bawah Presiden atau kementerian, tetapi apakah desain kelembagaan itu mampu memperkuat independensi Polri? Jangan sampai perubahan struktur justru menciptakan potensi baru bagi politisasi institusi penegak hukum,” tegasnya.

 

Melalui pernyataan ini, Presiden Mahasiswa berharap dinamika yang berkembang tidak dimaknai sebagai polemik yang melemahkan institusi, melainkan sebagai kesempatan bagi Polri untuk berbenah, memperkuat legitimasi, dan meningkatkan kepercayaan publik di tengah tantangan demokrasi yang semakin kompleks**

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nakhodai IKKS Riau, Hendrizal Berkomitmen Perkuat Soliditas Warga Kuansing di Perantauan

7 Februari 2026 - 17:11 WIB

Polsek Rengat Barat Grebek Rumah di Kelurahan Pematang Reba, 1 Tersangka Berhasil Diringkus

6 Februari 2026 - 13:13 WIB

Senada Dengan Ketua DPH, Ketua Tameng Adat LAMR Rengat Ikut Dukung Polri di Bawah Presiden

6 Februari 2026 - 13:02 WIB

Gerakan ASRI, Jajaran Polres Inhu Gelar Gotong Royong Bersama

6 Februari 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Inhu Laksanakan Pengecekan Pengerjaan Jembatan Merah Putih Presisi, Ucapan Terima Kasih Mengalir ke Polri

6 Februari 2026 - 12:39 WIB

Trending di Daerah